CRUIFFIN part 11 (Zevana: “Ya karena gue pingin kita itu putus!”)
MY NEW 'FRIEND' (Part 21 - Last)
MY NEW 'FRIEND' (Part 4)
“Ze, gue udah bilang kan sama lo kalo Oik itu parasit!” kata salah satu dari mereka berenam di dalam UKS dengan nada tinggi.
“Iya Shill, tapi gue percaya kok kalo Alvin ga mungkin selingkuh sama dia” kata orang yang tadi dibentak.
“Tapi tetep aja Ze, dia udah kurang ajar sama lo!” orang itu kembali berbicara dengan nada tinggi.
***
Oik yang mendengarkan pembicaraan itu dari luar cuman bisa tersenyum pahit saja. Dia udah denger dari temen-temennya kalo Shilla itu emang orang yang kayak gitu.
Tiba-tiba Sivia datang dan menepuk pundak Oik dari belakang, Oik langsung menoleh padanya sambil mengangkat satu alisnya.
“Ik, nyusulin Acha ama Angel yuk?” ajak Via.
“Iya deh..” kata Oik dengan nada lemas.
‘Lah? Kenapa nih anak? Perasaan kagak begini-begini amat?’ tanya Via dalam hati ketika melihat sikap aneh Oik pagi ini.
Di jalan mereka berdua saling diam. Oik dengan pikirannya tentang omongan Shilla tadi dan Via dengan pikirannya tentang sikap aneh Oik hari ini.
***
“Ik, Vi! Sini!” Angel melambai pada mereka. Ia dan Acha sudah duduk manis di salah satu meja kantin.
Oik dan Via menghampiri mereka berdua dengan wajah muram.
“Lo berdua kenapa sih? Murem gitu keliatannya?” tanya Acha setelah menyadari ada yang tidak beres dengan dua sahabatnya itu.
“Gue ga papa..” kata Oik dan Via bareng, berkelit.
“Jujur deh ama gue dan Angel! Lo berdua kenapa?” paksa Acha.
“Gue sih bingung aja sama sikapnya Oik. Hari ini dia murung banget. Padahal kemaren kan ga kenapa-kenapa” jelas Via, sesekali ia melihat Oik yang sedang menunduk memainkan tasnya yang sedang ia pangku.
“Oh, jadi masalahnya cuman sama Oik?” tanya Angel, mengalihkan pandangannya dari Via ke Oik.
“Iya lah. Gue sih sebenernya ga kenapa-kenapa. Gue punya berita nyenengin buat kita malah –ehm- buat gue sih sebenernya” kata Via sambil tersenyum lebar.
Oik tetap saja menundukkan kepalanya walaupun ketiga sahabatnya sedang menatapnya penuh tanda tanya.
“Ik, cerita deh. Lo kenapa?” saran Acha sambil memegang pundak Oik.
“Jadi gini..” Oik menceritakan semuanya kepada Acha, Angel, dan Via.. Dari awal sampek akhir, ga ada yang kelewat.
***
Dari jauh tampak Alvin, Cakka, dan Obiet yang sedang memperhatikan mereka berempat.
“Eh, Oik kenapa sih noh? Sedih banget keliatannya” tanya Alvin pada Cakka dan Obiet yang ada di sebelahnya.
Tak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Cakka dan Obiet, mereka berdua hanya mengangkat bahu pertanda tak tau.
“Kasian ya Oik.. Setau gue sih dia ga punya musuh” kata Obiet pada dua temannya.
“Karena dia banyak temen dan perfect, makanya banyak yang iri ama dia. Bisa juga kan?” Cakka memberikan pendapatnya.
“Menurut kalian, mungkin ga sih kalo yang bikin masalah ama Oik itu gengnya Agni?” tanya Obiet, hati Cakka panas mendengar Obiet menyalahkan Agni begitu saja.
“Ga mungkin!” respons Cakka, dingin.
“Mungkin banget! Selama ini yang ga suka banget ama gengnya Oik kan ya gengnya si Agni” jawab Alvin, tetap tidak mengalihkan pandangannya dari meja Oik dkk.
“Emang gengnya Agni siapa aja sih?” tanya Obiet kepada Alvin.
“Yang gue tau sih ya Agni, Ify, Shilla, Gita, Olivia, termasuk cewek gue juga.. Zevana” jawab Alvin, kali ini ia menoleh ke Obiet.
“Oh ya! Gue sering banget liat mereka di Ruang BK waktu gue ambil absensi kelas delapan dulu. Mereka emang sering banget bikin masalah!” kata Obiet berapi-api.
“STOP! KALIAN JANGAN JELEK-JELEKIN AGNI LAGI DI DEPAN GUE!” Cakka berdiri, menggebrak meja, dan pergi begitu saja dari hadapan Alvin dan Obiet yang sekarang menjadi tontonan di kantin.
***
“Jadi gitu ceritanya..” Oik mengakhiri ceritanya senyum pahit dan kembali menyenderkan badannya di sandaran kursi kantin.
“Apa banget sih si Shilla?!” Acha udah emosi to the max aja ngedenger cerita Oik.
“Sabar Cha.. Kita bisa bales mereka, tapi ga pake cara kayak mereka yang ngefitnah orang sembarangan” kata Angel dengan senyumnya yang penuh arti itu.
“Okay, masalah gue udah beres! Clear! Kita bisa bahas itu di rumah gue, anytime” ujar Oik dengan wajah yang sudah tidak ditekuk lagi.
“Sekarang giliran dia nih yang ngasih tau kabar gembiranya..” ucap Acha sambil melirik Via yang sedang cengengesan ga jelas.
“Via sayaang.. Cerita dong sama kita” rayu Angel sambil memasang senyum termanisnya di depan Via.
”Vi, cerita dong! Gue penasaran nih!” kata Oik bersemangat.
‘Syukur deh Oik udah balik kayak biasanya lagi’ batin Acha, Angel, dan Via.
“Iya.. Jadi gini, kemaren Iyel nelfon gue. Dia bilang kalo dia bakalan pindah ke Jakarta, sama bokap – nyokapnya juga. Dia bakalan berangkat dari Batam ntar sore dan sampek di Jakarta sekitar jam 20.00 di bandara!” kata Via, ia langsung berteriak kegirangan, tak perduli ia dilihat oleh teman-temannya yang lain dengan tatapan aneh.
“Eciee.. Congrats ya Vi! Akhirnya lo ama Iyel ga LDR lagi” kata Oik dengan senyum mengembang.
“LDR apaan Ik?” sahut Angel.
“Long Distance Relationship! Haha..” jawab Oik, diakhiri tawa renyahnya.
***
Di Toilet Cewek SMPN 484..
Shilla dan Agni memasuki toilet dengan wajah kesal dan amarah yang memuncak.
“Zevana susah banget sih kita komporin?!” seru Agni setelah ia selesai membasuh wajahnya dengan air.
“Tau tuh! Biasanya kita gampang banget ngomporin orang. Sekarang? Nol besar!” seru Shilla balik pada Agni, ia menyenderkan punggungnya di dinding dekat wastafel.
“Tau ah, bete gue nih hari!” Agni mengacak-acak rambutnya, frustasi.
“Udah deh, balik ke UKS aja. Pasti mereka udah nungguin. Kali aja Olivia udah sadar” kata Shilla.
Mereka berdua beranjak keluar dari toilet cewek sampai akhirnya tangan Agni ditarik oleh pacarnya, Irsyad anak 9F.
“Ag, ikut aku. Kita perlu ngomong” Irsyad mencengkeram lengan Agni kuat dan membawanya menuju taman sekolah.
Shilla masa bodo banget sama mereka berdua , dia langsung balik ke UKS karena ia yakin teman-temannya sudah menunggunya.
***
“Udah kan nih ngerumpinya?” tanya Oik pada tiga sahabatnya.
“Udah doooong..” jawab Acha, Angel, dan Via kompak.
“Ya udah yuk, kita ke taman aja. Pasti di sana adem deh” rayu Oik, dia udah mupeng banget pengen ke taman.
Acha, Angel, dan Via mengangguk cepat, setuju. Dan mereka berempat langsung menyamber tas masing-masing lalu berjalan dengan riang menuju taman sekolah.
***
Cakka terdiam dan duduk di salah satu kursi yang disediakandi taman sekolah.
‘Kenapa sih pada ngatain Agni yang jelek-jelek?! Kan dia baik banget, apa lagi kalo sama gue!’ katanya dalam hati.
***
“Cakka kenapa sih?!” Alvin melongo melihat tingkah Cakka barusan.
“Tau deh.. Sensi amat dia nih hari” Obiet ikutan melongo kayak Alvin.
“Dia ada rasa sama Agni?” tanya Alvin dengan volume yang sangat kecil.
“Harusnya ga boleh! Lo tau kan Agni udah sama Irsyad?” kata Obiet.
“Bukannya mereka lagi break?” tanya Alvin dengan satu alis terangkat.
“Break?! Gawat nih. Bisa-bisa dia jadian sama Cakka. Lo tau kan Agni itu gimana?” Obiet benar-benar tak habis pikir dengan temannya itu.
“Udah deh, kita ke lapangan basket aja” ajak Alvin.
Mereka berduapun mengakhiri perbincangan aneh mereka dan berjalan menuju lapangan basket.
***
Irsyad terus manarik tangan Agni sampai di taman sekolah. Di sana sepi, hanya ada mereka berdua dan Cakka.
Ia dan Agni duduk di bangku taman tak jauh dari tempat Cakka duduk.
“Ngapain lo bawa gua ke sini?!” bentak Agni pada Irsyad.
“Gua mau ngomong sama lo!” jawab Irsyad, dingin.
“Cepetan! Gua mau buru-buru balik ke UKS, Olivia pingsan” jawab Agni, tetap tak mau melihat ke Irsyad.
“Lo anggep gua apa sih selama ini?” seru Irsyad, rahangnya mengeras karena dari tadi ia menahan luapan emosinya.
“Lo? Lo cowok gue kan?” sahut Agni datar, terdengar sekali kalo ia malas mengucapkannya.
“Terus kenapa lo SMSan sama Dayat tiap malem? Pake ‘sayang’ pula..” tantang Irsyad.
“Lo tau dari mana?!” Agni membeliak mendengar perkataan Irsyad barusan.
“Gue tau sendiri. Gue liat semua SMS-SMS lo ama dia. Gua baca sendiri tuh SMS di ponsel Dayat. Mau apa lagi lo?!” Irsyad sudah tak bisa menahan emosinya lagi.
“Oh, gitu? Lancang banget lo liat-liat SMS orang?!” Agni juga tak bisa menahan luapan emosinya.
“Apa? Terus mau lo apa hah?!” Irsyad sudah akan memutuskan Agni..
***
‘Siapa sih berisik banget Pake tengkar di taman pula’ tanya Cakka dalam hati.
Ia menoleh pada sumber suara tersebut dan terlonjak kaget melihat Agni, pujaan hatinya, sedang dibentak-bentak oleh Irsyad yang notabene masih berstatus sebagai pacar Agni.
Ia langsung menghampiri Irsyad dan Agni. Dan, pertengkaranpun dimulai.
‘Bagus, Cakka care sama gue. Rencana selanjutnya tinggal gue laksanain’ kata Agni dalam hati sambil tersenyum licik.
***
Baru saja Acha, Angel, Oik, dan Via menginjakkan kaki mereka di taman sekolah tapi mereka langsung melihat Cakka dan Irsyad berkelahi.. Dan, Agni diam saja melihat mereka berdua berkelahi.
Mereka berempat langsung berlari menuju tempat Cakka dan Irsyad berkelahi dan mencoba melerai mereka. Tapi nihil, mereka terus saja berkelahi.
Angel langsung mengambil ponselnya di saku roknya, memencet beberapa digit nomor, dan sibuk dengan ponselnya.
***ONTHEPHONE:ANGEL-OBIET***
A : “Halo? Obiet?”
O : “Iya. Lo kenapa, Ngel? Panik gitu kedengerannya”
A : “Udah, ga usah banyak bacot! Lo sama Alvin cepetan ke sini ye!”
O : “Di mana woy?”
A : “Di taman sekolah. Cepetan ke sini! Gawat nih!”
O : “Iya, gua ama Alvin bakalan ke sana sekarang”
***ONTHEPHONE:END***
“Udah, jangan panik! Gue udah nelfon Obiet dan dia bakalan ke sini, bareng Alvin” kata Angel pada Acha, Oik, dan Via.
Tak lama setelah itu, Obiet dan Alvin datang dengan tergesa-gesa. Mereka berdua kaget begitu melihat Cakka sedang berkelahi dengan Irsyad.
“Ik, kenapa nih?” tanya Alvin pada Oik. Oik cuman menggeleng.
“Tolong pisahin ya, kita ga bisa misahin mereka. Ntar keburu mereka bener-bener bonyok” kata Acha pada Obiet dan Alvin.
Dengan susah payah akhirnya Obiet dan Alvin berhasil melerai Cakka dan Irsyad yang sedang berkelahi.
Cakka langsung jatuh terduduk di rerumputan, sedangkan Irsyad, dia ditolong oleh Oik dkk.
Agni langsung menghampiri Cakka yang jatuh terduduk dengan wajah yang dibuat-buat, tanpa memperdulikan Irsyad tentunya.
“Cak, kamu ga papa kan?” tanya Agni sambil memegang luka di wajah Cakka.
“Ga papa kok Ag” kata Cakka, berusaha tersenyum.
Irsyad sama Oik gedeg banget ngeliat mereka berdua.
“Syad, lo ga papa kan?” tanya Oik pada Irsyad dengan volume keras.
“Ga Ik, tenang aja” jawab Irsyad.
“Eh, pada mau ke rumah gue ga? Gue lagi pengen kumpul bareng kalian nih” kata Oik.
“Mauuuuuu!!!” jawab mereka serempak, kecuali Cakka dan Agni tentunya.
Akhirnya Agni membopong Cakka entah ke mana dan Oik dkk berangkat menuju rumah Oik.
***
Di Rumah Oik..
“Eh, ayo masuk! Ngapain masih ada di luar gitu sih?” Oik heran melihat teman-temannya yang masih berada di luar.
“Eh, iya Ik!” sahut semuanya bersamaan.
Merekapun masuk ke dalam rumah Oik dan menuju halaman belakang rumah Oik.
“Eh, tasnya taruh di gazebo situ aja ya biar ga kotor..” saran Oik sambil mengedikan bahunya ke arah gazebo di sebelah kolam ikannya.
Acha, Alvin, Angel, Irsyad, Obiet, dan Via langsung meletakkan tas masing-masing di gazebo dan menyusul Oik yang sedang duduk di dekat kolam renang.
“Sebenernya kita ke sini mau ngapain sih?” tanya Irsyad pada semuanya.
“Kalo gue sih cuman pengen bantuin lo. Lo masih sayang kan sama Agni?” jawab Oik dengan mimik serius.
“Iya sih.. Tapi gue keburu ilfeel ama sikap dia tadi” kata Irsyad dengan lesu.
“Jadi? Lo masih ngarep sama dia apa ga?” kali ini Alvin yang bertanya padanya.
“Ga sih sebenernya. Tapi..” Irsyad menggantungkan kalimatnya.
“Tapi apa?” seru yang lainnya bersamaan.
“Lo semua tau kan Agni itu playgirl? Gue kasian aja sama Cakka..” Irsyad mengakhiri perkataannya dengan senyum kecutnya.
‘Agni playgirl? Kasian Cakka..’ kata Oik dalam hati.
Oik langsung mengambil ponselnya dan mengetik sebuah SMS untu Cakka.
---
To: Cakkawekas
Cakk , lo lagi sama Agni ga?
---
From: Cakkawekas
Ga, gue udah di rumah. Kenapa?
---
To: Cakkawekas
Cakk, Agni itu playgirl..
MY NEW 'FRIEND' (Part 2)
Di kelas 9E..
‘Aduh, gue duduk di mana nih? Tempat duduk pada penuh semua ini. Eh tunggu, tempat duduknya kosong tuh yang di depan meja guru’ ujar Oik dalam hati.
“Ehm, misi. Tempat sebelah lo kosong kan?” tanya Oik pada cewek yang duduk di bangku paling depan, sendirian.
“Iya.. Duduk aja di sini. Gue belom dapet temen sebangku nih” kata cewek itu.
“Thanks.. Gue Oik, lo?”
“Nova Chintya Sinaga, panggil Nova aja” jawab cewek yang ternyata bernama Nova itu.
“Oh, lo Nova yang dulunya 8D itu? Yang anak emasnya beberapa guru?” tanya Oik, memastikan lebih tepatnya.
“Iya, tapi ta ga usah berlebihan gitu deh. Dan lo, lo Oik dari 8A yang jago banget Bahasa Inggris itu kan?” tanya Nova balik.
“Haha.. Gue ga berlebihan kali. Emang itu kenyataannya kan?! Iya, gue dari 8A. Tapi masih banyak kok yang lebih jago dari pada gue” jawab Oik, diakhiri senyum manisnya.
“Eh, kita kenalan sama yang lain yuk? Tuh, wali kelas kita masih sibuk sama file-filenya” kata Nova sambil menoleh kepada wali kelas baru mereka.
“Yuk..” sahut Oik.
“Lo belom kenal ama mereka kan? Kenalan ama mereka yuk..” ajak Nova.
Nova menarik tangan Oik menuju bangku sebelah kiri bangku mereka yang ditempati oleh dua orang cowok.
“Hey, lo berdua belom kenal Oik kan? Nih, kenalan aja” kata Nova kepada dua cowok itu.
“Hey, Deva.. Dulu gue 8J” kata cowok yang pertama, dia anggota OSIS.
“Oik, dulu 8A. Sempet di 8J juga sih waktu belom diseleksi jadi murid 8A” mereka berduapun bersalaman.
“Hay, gue Alvin. Dulu 8D juga, sama kayak Nova” kata cowok berwajah oriental itu.
‘Oh, ini ya yang namanya Alvin..’ ujar Oik dalam hati.
***FLASHBACK:ON***
Zevana berjalan menyusuri lorong sekolahnya dan berbelok menuju kelas 8A. Dia baru saja datang, hampir telat gara-gara antar-jemput sekolah rada ngaret.
“Ecieee.. Zeze udah jadian yaaaa sama Alvin?!” koor anak 8A kompak ketika Zevana baru saja memasuki kelas.
“Apa sih kalian? Biasa aja deh..” elak Zevana, pipinya memerah, semakin terlihat manis.
Oik dan Gita langsung menghampiri Zevana yang sedang meletakkan tas spongebobnya di bangku.
“Zeze, kapan jadian? Kok gue baru tau sih?” tanya Oik, mereka memang sangat akrab.
“Baru juga semalem, Ik. Sumpah gue seneng bangeeeettt” kata Zevana, refleks dia memeluk Oik. Udah sering sih kayak gitu.
“Ehm, Zeze, Alvin mau dikemanain? Kok sekarang sama Oik?” tanya Gita, nih anak satu emang ‘rada’ kok.
“Kita normal ya!!” sahut Oik dan Zevana berbarengan.
***FLASHBACK:OFF***
“Woy, salamannya bentaran aja dong, ga usah lama-lama. Inget pacar woy! Pacar di 9A noh” teriak cewek yang duduknya di belakang Oik, bermaksud menyindir Oik dan Alvin.
“Eh?” Oik dan Alvin salting, langsung berhenti salaman.
“Ik, kenalan ama dia yuk..” tanya Nova, menunjuk cewek tadi dan teman sebangkunya.
Nova dan Oik menghampiri mereka berdua yang duduknya tepat di belakang Nova dan Oik..
“Hey, gue Nova dan ini Oik. Kalian?”
“Gue Shilla, ini Agni. Oik, lo tau kan Alvin udah punya cewek? Jangan deket-deket bisa kan ya?” jawab cewek yang berteriak menyindir Oik dan Alvin tadi.
“Iya.. Gue tau kok” jawab Oik dengan nada yang agak lemas, kenapa? Liat nanti aja yaa..
“Oke anak-anak, selamat pagi..” sapa wali kelas baru mereka setelah dia selesai berkutat dengan file-filenya tadi.
“Pagiiiiiii buuu..” jawab murid-murid 9E, kompak.
“Ya anak-anak, selamat datang di kelas 9E. Saya wali kelas kalian. Perkenalkan nama saya Winda. Kalian bisa panggil saya Bu Winda. Satu lagi, saya adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Saya tidak sendirimengajarnya, tapi nanti saya ditemani oleh Bu Rommy. Mungkin beberapa dari kalian sudah mengenalnya ya..” celoteh Bu Winda yang menurut seluruh muridnya –ehm- cerewet.
“Oke, kalian sudah mengenal saya. Sekarang kita adakan pemilihan pengurus kelas ya!” kata Bu Winda, kemudian ia duduk di tempatnya.
“Ayo, siapa yang akan memimpin pemilihannya?” tanya Bu Winda.
Krik krik krik.. Tak ada satupun siswa yang mengangkat tangan. Dan alasan mereka pasti sama, males banget!
“Baiklah kalo tidak ada yang mau. Kamu saja ya yang memimpin?!” ucap Bu Winda sambil menunjuk Oik.
“Eh? Saya bu?” tanya Oik menunjuk dirinya sendiri, cengo.
Dengan terpaksa.. Inget ya, terpaksa.. Oik maju ke depan sambil membawa spidol spidol boardmarker untuk memimpin pemilihan pengurus kelas.
Di sini ada enam kandidat untuk Ketua Kelas, Wakil Ketua Kelas, Sekretaris Satu, Sekretaris Dua, Bendahara Satu, dan Bendahara Dua. Kandidat-kandidatnya adalah:
1. Olivia Pasaribu
2. Ashilla Zahrantiara
3. Rizki Patrick E
4. Alyssa Saufika U
5. Alvin Jonathan S
6. YB Obiet Panggrahito
“Jadi nanti gue bakalan nanyain kalian satu-satu, kalian milih siapa. Jawabnya make angka aja ya..” kata Oik kepada semua penghuni 9E.
Setelah dilakukan pemilihan dan penghitungan, maka susunan pengurus kelas 9E adalah:
1. Ketua Kelas = Rizki Patrick E
2. Wakil Ketua Kelas = YB Obiet Panggrahito
3. Sekretaris Satu = Alvin Jonathan S
4. Sekretaris Dua = Alyssa Saufika U
5. Bendahara Satu = Ashilla Zahrantiara
6. Bendahara Dua = Olivia Pasaribu
“Nah susunan pengurus kelas sudah jadi. Ada yang mau ganti jabatan mungkin?” tanya Bu Winda.
Olivia mengangkat tangan, “Bu, saya mau pindah jabatan” katanya, setengah berteriak agar Bu Winda dengar.
“Oh, kamu Olivia kan? Kenapa mau pindah jabatan?” Bu Winda kembali bertanya.
“Itu bu, dulu waktu saya kelas delapan juga saya jadi bendahara. Susah bu, saya mau ganti jadi Sekretaris Dua saja” jawab Olivia.
“Oh, baiklah. Alyssa, tidak apa-apa kan kalo kamu jadi Bendahara Dua ?” kali ini Bu Winda bertanya ke Ify.
“Ga papa bu..” dari sononya Ify emang males banget kalo disuruh jadi sekretaris, males nulis katanya.
Dan akhirnya, susunan pengurus kelas diubah menjadi:
1. Ketua Kelas = Rizki Patrick E
2. Wakil Ketua Kelas = YB Obiet Panggrahito
3. Sekretaris Satu = Alvin Jonathan S
4. Sekretaris Dua = Olivia Pasaribu
5. Bendahara Satu = Ashilla Zahrantiara
6. Bendahara Dua = Alyssa Saufika U
Kriiiiiiiiiiiinng.. Kriiiiiiiiiiiinng.. Kriiiiiiiiiiiinng
Bel berbunyi tiga kali, menandakan waktunya istirahat. Oik langsung mengeluarkan ponselnya dan mengetik sebuah SMS.
---
To : Acha si Capuchino Holic, Via Rawrercoaster, Angel Japanese
Hoy, ngumpul nyokk?! Sekalian bawa tas ya soalnya kata walas baru gua, abis ini langsung pulang. Gue tunggu di kantin!
---
Continue -> Send All
Selesai, Oik langsung mengambil tasnya, berjalan menuju kantin, dan duduk di bangku yang masih kosong menunggu ketiga sahabatnya.
Drrrtt drrrtt.. You’ll be the prince and I’ll be the princess.. Drrrtt drrrtt
Tiga SMS sekaligus masuk ke ponsel Oik. Ia langsung membuka SMS tersebut satu-persatu.
---
From : Angel Japanese
Ntaran Ik! Walas gue masih ngoceh nih. Lima menit lagi gue bakal ke sana..
---
From : Acha si Capuchino Holic
Sip! Gue on the way ke sana..
---
From : Via Rawrercoaster
Gue di belakang lo!
---
Selesai membaca SMS Via barusan, Oik terlonjak kaget karena Via mengagetinya dari belakang.
“Doooooorrrrrr!!”
“Whoaaa.. Jantungan gue Vi! Resek ah lu!” Oik ngambek, menggelembungkan pipinya seperti biasa.
“Haha.. Ngambek dih, pake ngegelembungin pipi segala pula. Udah chubby lo tuh!” ejek Via.
“Nah loh, ngaca dong woy! Lo juga chubby kali!” werr, saling ejek-mengejek lagi.
Ditengah perdebatan seru mereka, Acha datang dan langsung duduk di sebelah Oik.
“Stop deh ejek-ejekannya!” amuk Acha, Oik dan Via cengo.. Jarang-jarang si Acha ngamuk, kecuali kalo dia emang lagi sumpek banget.
“Cha, lo kenapa? Lagi sumpek kan lo?” tanya Via memecah keheningan yang di-iya-kan juga oleh Oik.
“Huft.. Sumpek gue Vi, Ik” kata Acha dengan suara yang sangat sangat lemas.
“Kenapa? Cerita aja sama kita, pasti kita dengerin kok” kata Oik lembut sambil mengusap-usap rambut Acha.
“Ayah gue Vi, Ik.. Dia bakalan ke Jepang lagi. Dia bakalan kerja di sana lagi, mungkin bakalan di sana tiga tahun. Bahkan bisa lebih..” cerita Acha dengan air mata yang sudah tumpah di pipinya.
Sigap, Via mengambil tissue di tasnya dan mengangsurkannya ke Acha lalu berkata, “Cha, apus air mata lo. Ga enak kalo diliatin banyak orang. Inget kita lagi di kantin, bukan di rumah” suruh Via.
“Iya.. Tapi kan gue bakalan kangen banget sama ayah gue. Dia kan baru enam bulan yang lalu balik dari Jepang” kata Acha sambil menghapus air matanya yang bertumpahan di pipi.
“Cha, orang yang sayang sama lo itu banyak. Ga cuman ayah lo. Masih ada bunda lo, adek lo, gue, Oik, Angel, ama Ozy. Kita ga bakalan berhenti sayang sama lo..” kata Via, sebenarnya dia orang yang dewasa.. Cuman agak tertutupi oleh sifat dia yang lainnya.
“Iya Cha.. Udah ya, jangan nangis. Kita ada di sini buat lo kok” hibur Oik dengan senyum tulusnya.
Setelah selesai acara sedih-sedihannya, Angel datang dengan tampang polosnya dan duduk di samping Via.
“Ngel, lama banget sih lo? Tidur dulu ye?” tanya Oik, berasa nyindir.
“Tau tuh walas baru gue. Cowok tapi cerewetnya kagak ketulungan! Huft..” kata Angel, curcol sekalian.
Hening sejenak sampai akhirnya Acha buka suara kembali..
“Eh, pada laper ga?” tanya Acha dengan senyum lebarnya, berbeda 100% dengan yang tadi.
“Iya deh.. Gue aja yang mesenin” kata Angel mengalah.
“Kayak biasa ya!” pesan Acha, Oik, dan Via kompak.. Mereka selalu sehati.
Tanpa menunggu lama, Angel langsung menuju salah satu stan dan memesan makanan serta minuman. Setelah itu, ia kembali ke mejanya dengan membawa 4 piring nasi goreng dan 4 gelas jus sirsak. Ia segera mengangsurkannya kepada teman-temannya dan duduk kembali.
Mereka makan sambil bercanda, udah jadi tradisi mereka sih kaayak gitu.
Ditengah perbincangan asyik mereka, Zahra datang menghampiri mereka sambil membawa empat undangan.
“Zahraaaaa!!! Muach muach muach.. Happy birthday sayaang!” kata Oik, Acha, Via, dan Angel bersamaan dengan voluma yang sangat keras.
“Thanks sayaang! Eh iya, gue cuman mau nganterin nih undangan pada dateng ya ke rumah gue..” ucap Zahra sambil menyodorkan undangan tersebut kepada mereka berempat.
“Sip! Kita pasti dateng!” kata keempat sekawan itu kembali berbarengan.
Setelah mendengar itu, Zahra langsung berbalik dan memberikan undangan tersebut kepada teman-temannya yang lain.
“Eh, wait! Kita musti bawa pasangan gitu?! Omagah!” ucap Oik yang sudah membuka undangan tersebut.
“Asek, gue bakal bawa Ozy!” teriak Acha kegirangan.
“Nice! Gue bawa Iyel dong..” kali ini Via yang berteriak kegirangan.
“Gampang.. Gue bisa bawa Lintar” Angel ngomong gitu berasa ga ada dosa.
“Lo semua mah enak.. Lah gua? Gimana dong ini?” Oik mulai panik, dia gampang banget panik sih.
“Salah sendiri ga punya saudara cowok” kata Angel, Oik udah nahan-nahan aja mau ngejitak nih anak.
“Eh Cakka! Sini deh!” panggil Via, kebetulan Cakka lewat di deket meja mereka.
Cakka menghampiri meja mereka berempat, “Apaan Vi?”
‘Ini kan cowok yang gue tabrak tadi’ ucap Oik dalam hati.
“Lo diundang Zahra buat dateng ke pesta ultahnya kan?” tanya Via.
“Iya, nih undangannya..” kata Cakka sambil menunjukkan undangan dari Zahra.
“Udah dapet pasangan belom?”
“Belom lah. Baru juga gue dapet undangannya”
“Mau ama Oik ga?” tanya Via sambil menunjuk Oik yang sedang bengong.
Beberapa detik Cakka memandangi Oik yang sudah sadar dari lamunannya dan kemudian mengangguk sambil tersenyum.
“Sip! Ik, berarti lo ga punya alasan buat ga dateng ke pestanya Zahra. Lo ntar catengnya bareng Cakka aja” kata Via bersemangat.
“Ape kate lu dah Vi..” jawab Oik ga bersemangat.
“Eh, rumah lo di mana? Ntar gue jemput di rumah lo aja” tanya Cakka ke Oik pastinya.
“Di Safira Blue Resort C4 nomer 48. Masuk ke Cluster Shan Azmi ya..” jawab Oik.
“Oke, gue jemput lo jam 18.30” setelah berkata begitu, ia langsung pergi ga tau ke mana.
“Eciee.. Oik sama Cakka” kata Acha, Angel, dan Via dengan senyum penuh artinya.
“Apa banget deh.. Itu juga kan si Via yang ngajakin, bukan gue” balas Oik.
“Iya deh.. Ntar Oiknya ngambek lagi” mereka ngalah sama Oik.
“Eh, udah pada beli kado buat Zahra?” tanya Angel.
“Udah dong..” jawab mereka kompak.
Drrrtt drrrtt.. You’ll be the prince and I’ll be the princess.. Drrrtt Drrrtt
“Siapa sih yang SMS?” Oik dongkol sendiri.
---
From : 08164937xxxx
Ntar lo pake gaun warna putih ya biar samaan..
---
‘Siapa deh nih yang SMS?’ tanya Oik dalam hati.
“Eh, kalian tau ini nomer siapa?” tanya Oik kepada tiga sahabatnya sambil menunjukkan ponselnya.
“Oh, nomer Cakka itu mah..” jawab Via dengan santainya.





